Athanasius Kircher : Penemu Megafon (TOA)

Megafon atau banyak orang menyebutnya dengan TOA, siapa yang tidak kenal dengan barang yang satu itu ? Hampir semua orang di Indonesia mengenal megafon atau TOA, yang dapat dijumpai di banyak masjid di Indonesia sebagai pengeras suara untuk mengumandangkan adzan, pengajian, dan lain sebagainya. Tidak hanya di masjid, speaker TOA juga dapat ditemukan di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, bandar udara, rumah sakit, dan lain sebagainya.

Ya, megafon merupakan suatu alat pengeras suara. Sedangkan TOA sebenarnya merupakan merk speaker megafon ternama buatan Jepang, yaitu TOA Corporation yang didirikan pada tanggal 1 September 1934 oleh Tsunetaro Nakatani, dan berkantor pusat di Minatojima Makamachi, Chuo-ku, Kobe, Jepang. Jadi megafon telah ada jauh sebelum pengeras suara merk TOA tersebut ada.

Baca juga : Michael Faraday, Ilmuwan Penemu Listrik

Lantas siapa penemu megafon ? Mengutip dari laman Wikipedia, orang pertama yang menemukan megafon adalah Athanasius Kircher. Athanasius Kircher, lahir di kota Geisa, Jerman, pada tanggal 2 Mei 1602. Ia adalah seorang pastor Katholik dari ordo Yesuit (Society of Jesus).

Selain seorang pastor, Athanasius Kircher juga seorang ilmuwan. Sepanjang hidupnya ia telah mempublikasikan sekitar 40 tulisan, yang kebanyakan dalam bidang orientalisme, geologi, dan kedokteran. Athanasius Kircher juga seorang penerjemah hieroglif terkenal di jamannya. Hieroglif adalah sistem tulisan formal yang digunakan oleh masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet, dan hieroglif merupakan salah satu sistem penulisan paling tua yang dikenal oleh manusia. Athanasius Kircher melakukan riset tentang hieroglif Mesir kuno dan menemukan hubungan antara bahasa Mesir dengan bahasa Koptik. Berdasarkan hal tersebut, Athanasius Kircher disebut sebagai pendiri Egiptologi.

Hal-hal lain yang dilakukan Athanasius Kircher berkaitan dengan ilmu pengetahuan adalah :
  • di bidang sinologi, ia menulis sebuah ensiklopedia tentang negeri China.
  • di bidang geologi, ia banyak membahas tentang gunung berapi dan fosil.
  • di bidang kedokteran, ia salah satu dari orang-orang pertama yang  menyelidiki mikroba dengan menggunakan mikroskop. Athanasius Kircher juga termasuk salah satu orang yang berpendapat bahwa suatu wabah disebabkan oleh mikroorganisme dan menyarankan pengawasan yang efektif untuk mencegah penyebaran suatu penyakit.
  • di bidang teknik, ia menemukan beberapa peralatan mekanis, seperti jam magnetis, berbagai macam automaton, dan tentu saja megafon atau pengeras suara.
Megafon atau speaker pengeras suara bercorong, yang di Indonesia banyak disebut orang dengan TOA  adalah pengeras suara (pada umumnya dilengkapi dengan genggaman) yang menggunakan pengarah suara berbentuk corong untuk meningkatkan efisiensi elemen-elemen pengirim suara, khususnya elemen-elemen diafragma yang digerakkan oleh senuah elektromagnet. Corong-nya sendiri merupakan bagian yang pasif dan tidak memperbesar suara dari elemen pengeras suara, tetapi berguna untuk memproduksi suara untuk menggetarkan udara. Megafon diciptakan oleh Athanasius Kircher dengan tujuan untuk menghasilkan suara yang lebih jelas dan keras sehingga saat ia memberikan kotbah atau ceramah dapat didengan dengan jelas oleh banyak orang.

Sekarang, megafon atau speaker TOA telah banyak digunakan di banyak tempat-tempat umum dan banyak negara. Athanasius Kircher meninggal pada tanggal 17 Nopember 1680 di kota Roma, Vatikan.

Semoga bermanfaat.
Next Post Previous Post