Etos Kerja

Pengertian Etos Kerja. Istilah etos berasal dari bahasa Yunani, yaitu "ethos" yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Etos merupakan pandangan hidup yang khas dari sebuah golongan kelas. Etos atau sikap tidak hanya dimiliki oleh individu tetapi juga dimiliki oleh kelompok atau bahkan masyarakat. Etos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh budaya, serta sistem nilai yang diyakininya.

Secara umum, etos kerja dapat diartikan sebagai semangat kerja yang menjadi ciri khas serta keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Etos kerja juga berarti :
  • thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang dilengkapi dengan semangat yang tinggi guna mencapai cita-cita yang positif.

Pengertian Kerja Menurut Pendapat Para Ahli. Selain pengertian tersebut, banyak ahli telah mengemukakan pendapatnya tentang apa yang dimaksud dengan etos kerja, beberapa diantaranya adalah :
  • K.H. Toto Tasmara, berpendapat bahwa etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini, dan memberikan makna pada sesuatu yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high performance). 
  • Sukardewi, berpendapat bahwa etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja.
  • N. Madjid, berpendapat bahwa etod kerja adalah karakteristik dan sikap, kebiasaan, seta kepercayaan dan seterusnya yang bersifat khusus tentang seseorang individu atau sekelompok manusia.
  • Jansen H. Sinamo, berpendapat bahwa etos kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamentak yang disertai komitmen totak pada paradigma kerja yang integral.
  • Max Weber, berpendapat bahwa etos kerja adalah perilaku kerja yang etis dan menjadi kebiasaan kerja yang berporos pada etika.

Prinsip Etos Kerja. Beberapa prinsip yang harus dipegang dalam etos kerja adalah :
  • kerja adalah ibadah.
  • kerja adalah amanah.
  • kerja adalah amal saleh.
  • kerja harus halal.

Ciri-Ciri Etos Kerja. Berdasarkan dari prinsip ertos kerja tersebut di atas, etos kerja mempunyai karakteristik tertentu, yang juga merupakan ciri-ciri dari etos kerja tersebut. Ciri-ciri dari etos kerja adalah sebagai berikut :
  • kecanduan terhadap waktu. Salah satu esensi dan hakekat dari etos kerja adalah cara seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya waktu. Orang dengan etos kerja yang baik akan sangat menghargai waktu, karena setiap detik yang lewat tidak pernah akan bisa kembali lagi.
  • memiliki moral yang bersih (ikhlas). Keikhlasan merupakan salah satu kompensasi moral yang dimiliki oleh orang yang berbudaya kerja. Karena ikhlas merupakan bentuk dari cinta, bentuk kasih sayang dan pelayanan tanpa ikatan. 
  • memiliki kejujuran.  Kejujuran berasal dari dalam hati. Kejujuran bukan merupakan suatu keterpaksaan, melainkan sebuah panggilan dari dalam sebuah keterikatan.
  • memiliki komitmen. Komitmen merupakan keyakinan yang mengikat sedemikian kukuhnya sehingga terbelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju ke arah tertentu yang diyakininya.
  • kuat pendirian (konsisten). Konsisten merupakan suatu kemampuan untuk bersikap taat asas, pantang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsip walau harus berhadapan dengan resiko yang membahayakan dirinya. Mereka mampu mengendalikan diri dan mengelola emosinya secara efektif.

Faktor Yang Mempengaruhi Etos Kerja. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya etos kerja. Menurut Panji Anoraga, faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja adalah sebagai berikut :
  • faktor agama. Agama merupakan suatu sistem nilai yang mempunyai pengaruh dan menentukan pola hidup seseorang, khususnya penganut agama tersebut. Cara berfikir, bersikap, dan berperilaku seseorang tentunya dipengaruhi oleh ajaran agama yang dianutnya. 
  • faktor budaya. Etos budaya merupakan sikap mental, tekad, disiplin serta semangat bekerja masyarakat, yang secara operasional etos kerja disebut juga dengan etos kerja. Kualitas etos ini ditetapkan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang berkaitan.
  • faktor sosial politik. Tinggi rendahnya etos kerja pada masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan bisa menikmati hasil kerja keras secara penuh.
  • faktor kondisi lingkungan (geografis). Lingkungan alam yang mendukung sangat mempengaruhi manusia dalam melaksanakan usaha pengelolaan untuk mendapatkan manfaat dari alam, tidak hanya itu faktor ini juga dapat menjadi penyebab datangnya orang-orang ke tempat tersebut untuk mencari penghidupan di lingkungan tersebut.
  • faktor pendidikan. Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusianya. Peningkatan sumber daya manusia akan menjadikan seseorang memiliki etos kerja keras. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan.
  • faktor struktur ekonomi. Ada atau tidaknya struktur ekonomi yang memberikan intensif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras serta dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh akan sangat mempengaruhi tinggi rendahnya  etos kerja dalam masyarakat.
  • faktor motivasi instrinsik individu. Individu yang mempunyai etos kerja yang tinggi adalah individu yang memiliki motivasi tinggi. Etos kerja merupakan sebuah pandangan dan sikap yang berakar dari nilai-nilai yang diyakini oleh seseorang.

Fungsi Etos Kerja. Dalam kegiatan kerja, etos kerja mempunyai fungsi :
  • sebagai pendorong timbulnya perbuatan atau tingkah laku.
  • sebagai penyemangat dalam aktivitas.
  • sebagai penggerak.

Manfaat Etos Kerja. Terdapat beberapa manfaat bagi orang yang mepunyai etos kerja yang baik, diantaranya adalah :
  • mendapatkan peningkatan karier.
  • dibutuhkan oleh banyak orang.
  • disegani oleh rekan kerja.
  • aktualisasi diri akan terus meningkat.
  • menjadi orang dengan kepribadian yang terus berkembang.

Menumbuhkan Etos Kerja. Menurut pendapat Jansen H. Sinamo dalam bukunya yang berjudul "8 Etos Kerja Profesional" menyebutkan bahwa terdapat delapan cara dalam menumbuhkan etos kerja, yaitu :
  • kerja itu sebagai rahmat (saya bekerja tulus penuh rasa syukur).
  • kerja itu adalah amanah (saya bekerja penuh dengan tanggung jawab).
  • kerja itu adalah panggilan (saya bekerja tuntas dengan penuh integritas).
  • kerja itu adalah aktualisasi (saya bekerja keras dengan penuh semangat).
  • kerja itu adalah ibadah (saya bekerja serius dengan penuh kecintaan).
  • kerja itu adalah seni (saya bekerja cerdas dengan penuh kreativitas).
  • kerja itu adalah kehormatan (saya bekerja dengan penuh ketekunan dan keunggulan).
  • kerja itu adalah pelayanan (saya bekerja paripurna penuh dengan kerendahan hati).

Etos kerja merupakan sebuah nilai yang didasarkan pada kerja keras dan ketekunan. 

Semog bermanfaat.
Next Post Previous Post